Peluang pasar online semakin hari semakin
meningkat. Dengan bertambahnya pengguna internet setiap harinya dimana pada
saat ini ada ± 90 juta pengguna internet di Indonesia yang menggambarkan bahwa
untuk melakukan penjualan secara online anda akan memiliki puluhan juta calon
pembeli yang berpeluang menjadi target pasar anda disini. Kelihatannya memang
menggiurkan untuk meraup peluang keuntungan yang besar namun begitu anda
mencobanya mungkin anda menjadi bingung sendiri bagaimana harus memulainya.
Ya…anda berada ditempat yang tepat karena
pembahasan dibawah ini akan membawa anda untuk melakukan tahapan-tahapan
bagaimana memulai bisnis online dan apa saja yang bisa anda lakukan saat ini
juga untuk mulai berjualan secara online, bahkan bagi yang baru
pertama kali mengakses internet.
Sebelum kita melangkah lebih
jauh, saya akan mengajak anda untuk sedikit mengamati perkembangan bisnis
online yang sudah ada saat ini. Kita melihat saat ini banyak orang-orang atau
kita sebut saja pelaku bisnis yang melakukan penjualan dengan memanfaatkan
marketplace (pasar online) seperti FJB Kaskus, OLX, Tokopedia ataupun melalui social
media seperti Facebook, BBM, Twitter, Instagram, dll dimana dalam waktu kurang
dari 5 menit dari sekarang juga anda sudah bisa mulai jualan dan mendapatkan
pembeli. Enak kan? Bahkan mereka hanya menggantungkan bisnis mereka kepada
tempat-tempat tersebut diatas tanpa harus mengambil tindakan lain yang lebih
berpotensi untuk mengembangkan bisnisnya yaitu dengan membangun sebuah web
milik sendiri.
Marketplace maupun social media
memang bisa kita jadikan sebagai lahan untuk mendapatkan keuntungan melalui
penjualan produk bisnis online yang dimiliki. Namun disisi lain terdapat kelemahan besar di baliknya.
Pertama, tempat-tempat berjualan
itu bukan milik anda sendiri. Ibaratnya anda menumpang jualan di rumah orang
lain. Akibatnya
sewaktu-waktu anda bisa ditutup. Selain itu, anda juga jadi terlihat tidak
ada bedanya dengan penjual lain. Ini tidak bagus untuk jangka panjang, karena
anda tidak akan dikenal.
Kedua, sulit berkembang. Saya
sering melihat orang yang 100% mengandalkan social media untuk berjualan.
Bisnisnya stabil…tidak kehabisan pembeli memang, tapi dari dulu begitu-begitu
saja.
Solusinya?
Gunakan kedua cara yaitu dengan
tetap melakukan penjualan baik melalui marketplace maupun social media dan juga
membanguna website sendiri yang bisa dijadikan sebagai toko online anda dalam
berbisnis online. Membesarkan website sendiri butuh waktu, anda bisa
memanfaatkan marketplace dan social media untuk memperkenalkan mereka ke
website anda sendiri.
Belum tahu mau jualan apa? Ini permasalahan terbesar dari
orang yang ingin berbisnis.
Atau bisa juga menjual jasa.
Opsi lainnya, menjadi reseller
atau dropshipper.
Yang jelas, permasalahan ini
harus anda selesaikan sendiri…karena andalah yang paling tahu apa yang ingin
anda jual untuk bisnis jangka panjang.
1. Membuat Website Sendiri
Enakkan mana menurut anda ? menumpang dirumah orang lain
yang sewaktu-waktu bisa saja anda terusir dari tempat tersebut atau miliki
rumah sendiri yang bebas untuk melakukan apa saja dirumah sendiri tersebut.
Begitupun dengan membuat sebuah web sebagai bangunan milik sendiri tempat anda
mengembangkan bisnis melalui konten yang berisikan produk-produk bisnis anda
baik berupa barang maupun jasa. Dalam membangun sebuah web bisnis tentunya anda
harus mengeluarkan sebagian anggaran anda untuk membeli domain dan hosting
melalui penyedia domain dan hosting yang banyak terdapat di internet. Tapi
biaya ini tidak ada apa-apanya dibandingkan pendapatan yang akan anda peroleh
dari penjualan. Kalau anda benar-benar mulai tanpa modal, 0 Rupiah, tidak perlu
langsung membuat website. Jual produk/jasa pertama anda dulu baru gunakan
uangnya untuk membangun website.
Harganya?
Biaya hosting per bulan hanya sekitar Rp 20.000 – 30.000
dan harga domain sekitar Rp 100.000 per tahun (atau kurang dari Rp 10.000 per
bulan).
Dengan kata lain kalau misalnya profit anda 10 ribu
dari 1 produk, berarti terjual 2-4 sebulan juga sudah “balik modal”.
Bikin toko
online atau jualan langsung?
Bicara tentang jualan online, biasanya berkaitan
dengan toko online atau ecommerce. Padahal mungkin anda tidak butuh toko
online. Sebagian besar orang biasanya hanya menjual 1-5 produk secara online.
Kalau anda juga seperti ini, jangan membuat toko online yang
punya bermacam-macam fitur.
Justru repot…
Waktu anda malah terbuang di pengaturan ini-itu.
Padahal kalau jenis barang cuma sedikit, akhirnya website akan terlihat kosong.
Solusinya: buat 1 halaman untuk 1 jenis barang.
Jadi anda membuat satu halaman penjualan masing-masing
untuk tiap produk. Di satu halaman ini berisi judul, gambar/video, penjelasan,
dan cara membeli.
Tapi kalau anda punya puluhan produk, sistem ecommerce akan
jadi lebih mudah.
1.1 Tanpa sistem toko online
Sekali lagi, ini kalau anda hanya menjual 1-5 jenis produk/jasa.
Halaman seperti ini saja sudah cukup:
Kalau anda hanya menjual 1 produk, gunakan halaman tadi sebagai
homepage.
Atau anda bisa membuat 1 page khusus yang berisi daftar produk yang
dijual, keterangan mengenai bisnis/diri anda, dan sebagainya.
Untuk mengatur halaman mana yang jadi homepage: Dashboard > Settings
> Reading > Front page displays, pilih Posts page.
Langkah di atas merupakan cara paling sederhana yang bisa dilakukan oleh
mereka yang ingin mulai tanpa modal dan tanpa pengetahuan coding sedikitpun.
1.2 Dengan
sistem ecommerce
Ecommerce lebih mudah daripada cara di atas apabila anda punya puluhan
produk, karena sudah terintegrasi dengan sistem keranjang belanja, pembayaran,
pengiriman, inventory, dan lain-lain.
Ada banyak pilihan ecommerce-nya, ini yang paling populer:
Yang sama sekali tidak ingin repot, bisa gunakan jasa pembuatan toko
online atau gunakan platform Shopify.
2. Membangun pondasi social media
Sebagai penjual, tentunya kita harus mengundang pembeli
supaya datang…untuk itu kita akan masuk ke tempat yang banyak orangnya, social
media.
Tapi ingat:
Social media adalah sarana pemasaran dan komunikasi dengan
kustomer, BUKAN sebagai tempat jualan utama anda.
Undang mereka ke website anda untuk membeli.
Perlu diingat juga bahwa tidak semua produk/jasa bisa
berhasil dipasarkan dengan social media. Lihat kembali target pasar anda.
Beberapa social media yang umum digunakan sebagai sarana
pemasaran:
·
Facebook
·
Instagram
·
BBM
·
Twitter
Tidak harus semua. Justru
lebih sedikit lebih baik, karena anda bisa jadi lebih fokus. Jadi pastikan dulu
di awal, target pasar anda sebagian besar aktif di mana. Lalu anda juga akan
aktif di social media yang sama.
2.1 Facebook
Yang pertama kali harus anda lakukan:
1.
Buat page
untuk bisnis anda
2.
Gunakan foto dan cover yang
bagus
3.
Lengkapi semua deskripsi
usaha
4.
Sertakan link ke halaman
website
Jejaring
sosial yang satu ini kelihatannya mudah, tapi sebenarnya justru paling sulit. Oleh
karena itu jangan sembarangan. Facebook punya filter spam yang luar biasa
ketatnya…parahnya lagi anda tidak akan diberitahu kalau anda sudah dicap
sebagai tukang spam. Makanya banyak orang yang justru jadi buang-buang waktu di
Facebook.
Kalau anda
punya banyak follower, tapi tidak pernah ada yang berinteraksi dengan semua
post anda…maka lambat laun semua post dari anda tidak akan pernah bisa muncul
di News Feed orang lain. Usahakan setiap post anda mendapatkan
banyak like/share/komentar.
Ini yang bisa anda post:
·
Tren
atau berita dalam industri yang terkait dengan bisnis anda
·
Foto
yang menarik dengan kualitas yang baik
·
Kisah
inspiratif atau kata mutiara
·
Foto produk – tetapi harus tetap
menarik
Perbandingannya 9:1,
setelah 9 kali mengirim post yang menarik barulah anda boleh 1 kali
mempromosikan produk.
Foto produknya pun harus tetap
berkualitas seperti ini: (produk yang dijual keranjang tidur untuk camping)
2.2 Instagram
Kenapa Instagram jadi populer untuk bisnis:
Di Facebook engagement rate tiap
post hanya sekitar 0,05-1%, sementara di Instagram mencapai 4,21%. Artinya foto anda akan mendapatkan lebih banyak
interaksi (berupa komentar/like).
Makanya di Indonesia (bahkan dunia) banyak bisnis
yang aktif di Instagram.
Ini yang pertama kali anda lakukan di Instagram:
1. Buat akun (harus dari
iOS/Android)
2. Lengkapi bio dengan kontak
untuk dihubungi
3. Pasang link website di profil
Tips tiap kali mengirim foto ke Instagram:
- Foto harus
indah (kalau tidak bisa menyediakan foto yang bagus, lebih baik jangan
gunakan Instagram)
- Gunakan
5-10 #hashtag yang relevan
- Jumlah
post yang optimum 1-2 kali sehari (bisa lebih kalau memang foto dari anda
menarik)
- Untuk foto
produk sertakan juga deskripsi, harga, dan cara membeli
- Jangan
berkomentar spam ke foto orang lain yang tidak berkaitan
Mari kita lihat contoh yang salah
dulu :
Fotonya sama sekali tidak menarik untuk
dilihat…ditambah lagi banyak foto yang diulang-ulang. Follower anda akan kabur
kalau seperti ini caranya
Selanjutnya kita lihat contoh yang baik, dari BerryBenka.
Dengan 50ribu follower.
Mereka menaruh slogan, kontak, dan link website
di profil. Foto yang di-post juga menarik untuk dilihat karena kualitasnya
bagus.
Ini foto produknya :
Disertai penjelasan, hashtag,
harga, dan cara membeli Karena fotonya bagus, maka follower yang tidak
ingin untuk membeli pun tidak akan unfollow.
2.3 BBM
(BlackBerry Messenger)
Salah satu aplikasi chatting terbesar di Indonesia
yang sering disalahgunakan. Meskipun banyak yang mengaku BBM bisa sebagai
tempat berjualan, tapi sebagian besar orang yang berjualan di aplikasi ini
gagal. Malah mungkin tidak ada yang berhasil, dalam jangka panjang. Itu
karena BBM memang bukan tempat jualan…kita aktif di BBM bukan untuk mencari
produk, melainkan untuk berkomunikasi. Maka dari itu manfaatkan lah aplikasi
ini untuk komunikasi saja.
Ini yang harus anda lakukan di BBM:
1. Buat akun
2. Gunakan nama, foto, dan
personal message yang mewakili bisnis anda
3. Taruh PIN BBM di website dan
social media
4. Jangan pernah kirim broadcast message
5. Jangan gonta-ganti foto & personal message
6. Jangan invite kontak sembarangan
Saran di atas bertentangan dengan artikel-artikel
lain yang mungkin pernah anda baca sebelumnya. Karena memang pada kenyataannya,
tidak ada orang yang suka mendapatkan pesan broadcast yang berisi penjualan.
Meskipun dari penjual yang mereka add sendiri sebelumnya. Begitu
pula dengan update foto dan personal message. Lama-kelamaan kontak anda pasti
akan dihapus.
Solusinya bagaimana?
tidak ada solusi.
Kalau anda tidak ingin bisnis
anda dibenci oleh orang lain, jangan pernah gunakan BBM untuk berjualan.Sebagai
alternatif, coba gunakan Line.
Konten yang anda kirimkan tetap
harus menarik, sama seperti tips pada Instagram dan Facebook. Jangan salah
paham dulu…
Saya tidak menyuruh anda untuk
tidak menggunakan BBM sama sekali. Ada baiknya anda tetap punya akun BBM karena
BBM masih merupakan sarana berhubungan yang paling umum dan murah dengan calon
kustomer secara online.
3. Mendapatkan penjualan pertama
Membuat pondasi website dan social media itu
mudah…tantangan sebenarnya adalah mendapatkan pembeli pertama anda.
Tidak bisa menjual berarti bisnis anda akan gagal.
Ada beberapa faktor penentu keberhasilan penjualan yang
sudah jelas. Misalnya harganya bersaing, kualitasnya baik, pelayanannya ramah.
Mari kita asumsikan anda sudah yang terbaik dalam 3 hal
itu.
Belum tentu juga bisa mendapatkan pembeli… Mengapa?
Karena 90% yang ada di pasaran sama dengan anda. Harga dari
si A dan si B tidak jauh berbeda, kualitasnya pun sama-sama unggul. Kalau
begitu, ketiga hal tadi tidak lagi relevan… ya kan? Harga rendah, kualitas
tinggi, pelayanan ramah…ini saja belum cukup. Jadi yang lebih penting yaitu
bagaimana anda bisa muncul di depan wajah mereka, dan meyakinkan mereka untuk
membeli dari anda. Dalam langkah ini kita akan membahas cara mendapatkan
pembeli bagi anda yang baru mulai berjualan online. Satu hal lagi: Jangan
(hanya) mengandalkan SEO.
Anda butuh waktu berbulan-bulan untuk bisa mencapai halaman pertama. Ditambah
lagi kalau anda cuma bergantung dengan SEO, kemungkinan besar anda tidak akan
pernah berhasil. Hasil dari SEO nanti akan datang dengan sendirinya…Untuk
sekarang, lakukan langkah-langkah ini:
3.1 Gabung di pasar online
Meskipun tadi
saya mengatakan bahwa anda sebaiknya tidak memanfaatkan marketplace untuk
jangka panjang, tapi dalam prakteknya sangat efektif untuk mendapatkan pembeli.
Terutama ketika anda baru pertama kali berjualan. Ini karena di website-website
tersebut sudah ada banyak orang yang siap membeli. Ada 2 kondisi dimana
marketplace jadi efektif:
1. Produknya sudah umum dicari (misalnya: kabel
charger iPhone)
2. Anda tidak tahu bagaimana cara mendatangkan pengunjung
Mengembangkan
website sendiri butuh waktu. Tidak bisa website baru langsung dikenal oleh
banyak orang dalam waktu instan. Karena itu berjualan di marketplace bisa jadi
solusinya sambil memperkenalkan bisnis anda dan website anda. Tapi, ingat
lagi…jangan 100% mengandalkan marketplace. Ini beberapa marketplace yang
populer di Indonesia:
3.2 Buat konten dan
distribusikan
Tidak ada yang
ragu bahwa social media dan situs komunitas merupakan tempat terbaik untuk
mendatangkan pengunjung dengan cepat. Tapi banyak juga yang gagal…karena cara
promosinya salah. Ini masalahnya:
Mereka langsung
mempromosikan link menuju homepage-nya atau halaman penjualannya ke situs
komunitas.
Di internet ada
3 jenis orang:
1. Mencari informasi
2. Mencari hiburan
3. Membeli produk/jasa
Dan yang ada di
situs komunitas hanya
tipe 1 dan 2. Artinya kalau anda menaruh link yang isinya tentang penjualan,
hasilnya ada 2: ditendang keluar, atau dicap sebagai spammer.
Percuma.
Tapi meskipun
begitu bukan berarti anda tidak bisa promosi di situs komunitas…bisa, caranya
yang harus diubah.
Seperti ini:
1. Temukan situs komunitas yang
sesuai dengan bisnis anda
2. Cari permasalahan utama dari
orang-orang di sana
3. Buat konten yang bisa menjadi
solusi permasalahannya
4. Distribusikan
Karena sebagian
besar orang yang ada di internet ingin mendapatkan informasi, maka strategi
seperti ini sangat efektif untuk memperkenalkan mereka dengan bisnis anda dan
mendapatkan pembeli. Bukan hanya itu, website anda juga akan jadi mudah
ditemukan lewat mesin pencari.
3.3 Mulai bereksperimen dengan
Facebook Ads dan Google AdWords
Facebook Ads
dan AdWords merupakan 2 platform iklan digital terbesar saat ini. Selain
volumenya besar, kualitas pengunjung dari keduanya juga tinggi karena tepat
sasaran
Kalau anda
punya budget pemasaran, gunakan salah satu atau keduanya.
Panduan mulai
beriklan:
Dibandingkan
dengan metode pemasaran lain, iklan bisa mendatangkan banyak pengunjung
sekaligus dalam waktu singkat. Tetapi karena butuh biaya, maka anda harus
bereksperimen untuk mendapatkan hasil terbaik dengan biaya terendah.
Pertanyaan
terbesarnya:
Pilih Facebook
atau AdWords?
Tidak ada
jawaban yang pasti. Semua tergantung apa yang anda jual, dan ke siapa anda
menjual…selain juga selera pribadi.
Ini kira-kira
yang bisa anda jadikan pertimbangan:
1. Kalau keyword yang anda
inginkan banyak dicari lewat Google, gunakan AdWords. Kalau tidak, gunakan
Facebook
2. Interest dan demografi di
Facebook lebih akurat
3. Untuk konversi penjualan,
AdWords lebih unggul (tapi umumnya harga per klik lebih mahal)
4. Untuk konversi non-penjualan,
Facebook lebih unggul
Beriklan secara
online itu bereksperimen, anda hanya akan tahu mana yang terbaik setelah
mencoba.
3.4 Dapatkan endorsement dari selebgram
Meskipun secara pribadi saya belum pernah mencoba yang ini,
tapi sepertinya banyak orang Indonesia yang mengaku mendapatkan hasil positif
setelah di-endorse oleh seleb Instagram.
Cara kerjanya seperti ini:
- Cari akun Instagram yang followernya banyak dan merupakan
target pasar yang tepat
- Kirimkan mereka produk dari anda dengan gratis
- Mereka akan merekomendasikan produk anda kepada
followernya lewat foto
Jadi
tanpa biaya tambahan selain mengirimkan produk.
Contohnya:
Ini bentuk yang paling sederhana, hanya berupa mention.
Ada tips yang lebih lanjut:
Kalau anda ingin mendapatkan banyak follower, bisa juga dengan cara membuat
kontes kecil-kecilan.
Minta kepada si selebgram untuk memberitahu followernya bahwa anda
mengadakan kontes untuk mendapatkan produk yang di-endorse.
Misalnya anda punya produk kosmetik.
Untuk bisa mendapatkan produk anda secara gratis, mereka harus mem-follow
anda. Nantinya pemenangnya anda pilih dari daftar follower.
Bisa juga ditambah untuk menyuruh mereka mengupload foto koleksi make-upnya.
Dengan begitu, jangkauan akan semakin luas dan mereka punya alasan untuk
mem-follow akun anda.
Tapi ingat, sebelum mulai akun anda sendiri sudah harus punya foto-foto yang
menarik.
3.5 Dapatkan endorsement dari
blogger
Sama seperti
langkah 3d di atas, bedanya ini dari blogger. Jadi tidak perlu dijelaskan
panjang lebar lagi.
Cara mencari
bloggernya:
1. Lewat Google: gunakan kata
kunci – blogger + “topik”
3. Grup blogger di Facebook
Yang perlu
diperhatikan dalam memilih blogger:
1. Kualitas kontennya
2. Desain websitenya
3. Traffic-nya
4. Komentar para pembacanya
3.6 Lakukan AMA (Ask Me
Anything) di forum komunitas
Sama seperti social media, forum online juga merupakan tempat yang
sangat efektif untuk mendapatkan pembeli. Tapi (lagi-lagi) anda akan diusir
kalau hanya promosi.
Untuk bisa mempromosikan bisnis, anda minimal harus memberikan manfaat
kepada anggotanya. Ini bisa dengan membuat thread/diskusi yang menarik atau
menjawab thread orang lain. Atau dengan menggabungkan keduanya :
Mengadakan AMA.
Istilah ini saya pinjam dari situs komunitas internasional, Reddit.
Artinya ask me anything atau tanyakan apapun kepada saya
(tentunya yang berkaitan dengan suatu topik).
Ini contohnya di Reddit:
Si orang ini membuat thread yang mempersilahkan anggota lain untuk
menanyakan apapun tentang game research/analytics…dan ada 50 orang yang
bertanya. Perhatikan bahwa dia juga mengumumkan kalau dia meluncurkan produk
baru. Kedua pihak sama-sama diuntungkan.
Produknya dikenal oleh banyak orang…sementara orang lain bisa
bertanya-tanya mengenai berbagai hal yang menarik buat mereka. Topik dari AMA
harus sesuai dengan bisnis anda…dalam kasus tadi produknya
berkaitan dengan game research/analytics. Oke, itu di luar negeri…bagaimana
dengan Indonesia?
Ada juga, meskipun belum banyak :
Karena sebagai penjual anda (mestinya) paham betul dengan industrinya,
maka tanya jawab seperti ini bukan masalah besar.
Misalnya anda menjual baterai smartphone, adakan AMA tentang baterai
smartphone…akan ada banyak yang bertanya misalnya cara supaya baterainya awet.
Atau kalau anda seorang instruktur fitness, adakan tanya jawab soal
bodybuilding.
4.
Dari sekedar jualan menjadi sebuah
bisnis
Berhasil menjual
bukan berarti berhasil berbisnis. Sukses menjual kepada sekian ratus orang saja
bukan berarti anda sudah punya sebuah bisnis.
Ada perbedaan
besar.
Kalau anda hanya
menjual, maka besar kemungkinannya beberapa tahun atau bulan ke depan aliran
pemasukan anda berhenti.
Sedangkan target
kita adalah membangun bisnis dengan jangka panjang.
Bahkan sampai anda
usia pensiun nanti.
Lalu apa bedanya
menjual dengan berbisnis?
Ini:
Gambar
di atas biasa disebut marketing funnel, atau perjalanan seorang
kustomer dari belum kenal sampai memutuskan untuk membeli.
Penjelasannya
seperti berikut:
- Awareness: sadar dengan keberadaan anda
- Interest: tertarik dan ingin
mempelajari lebih lanjut
- Consideration: memutuskan untuk mencoba
- Purchase: membeli
- Retention: tetap menggunakan
layanan anda, loyal
- Advocacy: merekomendasikan anda kepada
orang lain
Kalau
anda hanya menjual, berarti prosesnya berhenti di nomor 4 — purchase.
Seorang
penjual tidak memikirkan tahapan berikutnya yaitu retention dan advocacy yang
merupakan hal utama dalam kelangsungan bisnis…kepuasan pelanggan.
Akibatnya
ada 2:
- Penjualan
tidak berkembang
- Lama-kelamaan
usahanya akan mati
Retention
dan advocacy tidak hanya diperoleh dari kualitas produk saja.
Karena
kualitas (dan harga) itu sudah jadi spek dasar…orang tidak akan membeli
kalau tidak memenuhi keduanya. Jadi semua yang ada di pasaran pasti sudah
bersaing.
Jadi
penentu kepuasan bukan cuma itu.
Maka
dari itu anda harus melihat marketing funnel ini secara keseluruhan dari
1-6, bukan hanya fokus pada bagian menjual-menjual-menjual.
4.1
Lakukan content marketing
Content marketing merupakan pemegang peranan
terbesar dalam siklus marketing funnel. Contohnya seperti yang sudah dijelaskan
tadi, supaya orang lain bisa mengenal anda maka anda sebaiknya menyediakan
konten yang bermanfaat.
itu tahap awareness. Bagaimana dengan iklan? Bukannya iklan lebih
efektif mendatangkan banyak pengunjung? Memang.
Tapi tidak
semua bisnis bisa mengandalkan iklan untuk langsung mendapatkan penjualan.
Lebih efektif kalau kita membuat mereka tertarik dulu…sambil
membangun rasa percaya. Artinya, meskipun dalam iklan anda butuh konten. Untuk
membangun awareness, jenis konten yang terbaik adalah yang mengedukasi dan
memberikan manfaat.
Seperti konten
yang dibuat Traveloka :
Karena bisnis
startup mereka berhubungan dengan penjualan tiket pesawat dan hotel, maka
mereka menyediakan konten panduan berwisata di Singapura melalui blognya. Jadi
orang yang ingin berwisata ke Singapura akan menemukan situs mereka. Dan
sebagian pembaca akan memutuskan langsung membeli tiket di Traveloka. Untuk
menyusun strategi content marketing anda sendiri.
4.2 Lakukan list building dan email
marketing
List building
artinya proses mengumpulkan email dari calon kustomer. Sedangkan email marketing merupakan proses pemasaran dengan email sebagai medianya.
Apa hebatnya
email?
·
Email marketing memberikan ROI sebesar 4.300%
·
66% kustomer memutuskan untuk membeli atas hasil email marketing
Ini karena
email selalu jadi bagian dari kebiasaan kita. Bahkan karena email sudah
terintegrasi dengan smartphone, maka email bisa (dan akan) jadi lebih
efektif daripada SMS.
Jadi email terasa lebih personal daripada konten
yang ditemui di blog misalnya.
Alurnya seperti ini:
1.
Pengunjung datang ke website
karena upaya content marketing
2.
Tertarik dengan konten, lantas
mereka mendaftarkan emailnya
3.
Anda mengirimkan konten yang
bermanfaat lewat email
4.
Terakhir, melakukan penjualan
lewat email
Kalau dilihat di marketing funnel tadi, email
marketing merupakan metode yang tepat untuk mengoptimasi upaya pemasaran anda
pada bagian consideration.
Itu sebabnya ROI dari email sangat tinggi.
Jadi dengan menggabungkan content marketing dan
email marketing, hubungan positif dengan pembeli juga akan tetap terjalin.
Sehingga bisnis anda sekarang sudah menyentuh keenam poin di marketing
funnel.
Bukan hanya itu…
Bisnis anda menjadi sebuah siklus yang tidak berakhir. Anda sekarang sudah
punya sistem untuk mendatangkan pengunjung dan menjual secara otomatis.
Itulah tadi langkah-langkah yang bisa anda lakukan untuk meraih sukses bisnis online shop, semoga bermanfaat.