Kecerdasan Emosional adalah kemampuan seseorang mengatur emosinya dengan tingkat inteligensi yang dimilikinya serta menjaga keselarasan emosi dan pengungkapannya melalui keterampilan kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi diri, empati dan keterampilan sosial. Kecerdasan Emosional sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan bersifat tidak menetap dan dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi lingkungan ia berada. Bagaimanapun, kecerdasan tidaklah berarti apa-apa bila kita dikuasai oleh emosi yang berlebihan. Dengan kecerdasan emosional membuat kita bisa mendapatkan sifat-sifat kepribadian yang lebih manusiawi.
Apabila ditinjau dari psikologi analisa, maka emosi dapat dijelaskan secara berbeda-beda, karena ada dua hal yang mendasari emosi menurut psikologi analisa, yaitu :
- Naluri kelamin (Sexual Instinct) yang oleh Freud disebut juga "Libido"yaitu merupakan motif utama dan fundamental yang menjadi tenaga pendorong pada bayi-bayi baru lahir.
- Naluri terdapat pada ego, ini adalah lawan dari libido, yang menganut prinsip kenyataan, karena mengawasi dan menguasai libido dalam batas-batas yang dapat diterima oleh lingkungan. Di lain pihak ego juga berusaha merumuskan libidonya, prinsip ini terdapat pada orang-orang yang sudah lebih dewasa.
Peran kecerdasan Emosional dalam perkembangan peserta didik masa remaja atau masa adolensia merupakan masa peralihan atau masa
transisi antara masa anak ke masa dewasa.Pada masa ini individu
mengalami perkembangan yang pesat mencapai kematangan fisik, sosial, dan
emosi. Pada masa ini dipercaya merupakan masa yang sulit, baik bagi
remaja sendiri maupun bagi keluarga dan lingkungannya.
Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan emosi remaja.Faktor
tersebut antara lain Kepribadian, lingkungan, pengalaman, kebudayaan,
dan pendidikan. pendidikan, merupakan variabel yang sangat berperan
dalam perkembangan emosi individu. Perbedaan individu juga dapat
dipengaruhi oleh adanya perbedaan kondisi atau keadaan individu yang
bersangkutan.
Sehubungan dengan hal tersebut orang yang memiliki kecerdasan emosional yang baik diharapkan dapat menampilkan sikap berpikir yang tercermin dari cara berpikir yang logis, cepat, mempunyai kemampuan abstraksi yang baik, mampu mendeteksi, menafsirkan, menyimpulkan, mengevaluasi, dan mengingat, menyelesaikan masalah dengan baik, bertindak terarah sesui dengan tujuan,Serta tingkat kematangan yang baik ketenangan.
Sehubungan dengan hal tersebut orang yang memiliki kecerdasan emosional yang baik diharapkan dapat menampilkan sikap berpikir yang tercermin dari cara berpikir yang logis, cepat, mempunyai kemampuan abstraksi yang baik, mampu mendeteksi, menafsirkan, menyimpulkan, mengevaluasi, dan mengingat, menyelesaikan masalah dengan baik, bertindak terarah sesui dengan tujuan,Serta tingkat kematangan yang baik ketenangan.
Apabila dikaitkan dengan prestasi belajar,maka kecerdasan emosional
merupakan salah satu faktor yang juga turut menentukan prestasi.
Individu yang memiliki IQ yang tinggi diharapkan akan menghasilkan
prestasi belajar yang tinggi, karena IQ seringkali dianggap modal
potensial yang memudahkan seseorang dalam belajar. Maka seringkali
muncul anggapan bahwa IQ merupakan faktor yang menunjang prestasi
belajar yang baik.Bahkan ada sebagian masyarakat yang menempatkan IQ
melebihi porsi yang seharusnya. Mereka menganggap hasil tes IQ yang
tinggi merupakan jaminian kesuksesan belajar seseorang sebaliknya IQ
yang rendah merupakan vonis akhir bagi individu bahwa dirinya tidak
mungkin mencapai prestasi belajar yang baik anggapan semacam ini
tidaklah tepat, karena masih banyak faktor yang ikut menentukan
prestasi,terutama EQ serta SQ (Spiritual quotient) Anggapan yang tidak
tepat tersebut bisa berdampak tidak baik bagi individu karena dapat
melemahkan motivasi siswa dalam belajar yang justru dapat menjadi awal
dari kegagalan yang seharusnya tidak perlu terjadi.Untuk itu, perlu
ditanamkan dalam benak siswa bahwa kesuksesan belajar tidak hanya
ditentukan dengan kecerdasan yang dimiliki, tetapi juga bagaimana
mengendalikan diri sendiri.
Orang yang mampu mengendalikan kecerdasan emosional yang dimilikinya
akan memiliki peluang yang lebih baik untuk bisa sukses dan dipastikan
lebih tenang dalam menyelesaikan permasalahan yang tergolong
rumit.Dengan bertambahnya usia maka emosi yang tinggi akan mulai mereda
atau menuju kondisi yang lebih stabil.Kecerdasan emosional juga
berkaitan dengan arah yang positif jika remaja dapat mengendalikannya,
memang dibutuhkan proses agar seseorang dapat mencapai tingkat
kecerdasan emosional yang mantap. Penerapan kecerdasan emosional sangat
penting di lakukan dalam proses belajar mengajar, karena di saat
individu memiliki kecerdasan emosional yang baik, maka kemungkinan besar
perkembangan individu tersebut akan baik dan berjalan lancar .

0 comments:
Post a Comment