Belajar merupakan proses yang tak henti-hentinya dilakukan oleh manusia dalam menambah pengalaman dan ilmu pengetahuannya tentang sesuatu yang baru dilihatnya. Apalagi dengan kemajuan teknologi saat ini yang memudahkan setiap orang menggali informasi dalam bentuk ilmu pengetahuan baik itu melalui pendidikan formal maupun non formal. Namun kesemuanya itu kembali lagi kepada pribadi masing-masing orang untuk mau belajar dan menambah ilmu pengetahuannnya. Disinilah dibutuhkan yang namanya semangat belajar karena tanpa adanya semangat yang tumbuh dari dalam diri maka sebesar apapun motivasi yang ia dapatkan dari luar tak akan berpengaruh bagi dirinya untuk mau belajar. Semangat belajar dapat ditumbuhkembangkan melalui pola kebiasaan yang diajarkan dirumah dan sejak dini. Anak-anak yang dibiasakan membaca sejak kecil maka kelak ia akan menjadi seorang pembaca aktif sehingga pola pikir dan wawasannya terus berkembang.
Semangat belajar dapat pula ditumbuhkan melalui pendidikan-pendidikan formal mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pada tahap PAUD ini metode pembelajaran dititik beratkan pada pendidikan perkembangan motorik anak untuk merangsang pola pikir anak dalam mengembangkan kreatifitasnya untuk memperoleh kemampuan dan keterampilan yang melibatkan penggunaan tangan (seperti menggambar), penggunaan tungkai (seperti berlari). Keterampilan motorik didapat tidak cukup hanya dengan latihan dan praktek, tetapi juga memerlukan kegiatan Perceptual Learning (Belajar berdasarkan pengamatan) dan Sensory-Motor Learning (Belajar keterampilan indrawi-jasmani).
Pada prinsipnya manusia adalah makhluk pembelajar. Ini dapat diilihat ketika seseorang masih bayi, bagaimana ia mulai belajar proses miring, tengkurap, merangkak dan berjalan sampai dengan berlari. Hal ini dilakukannya melalui proses belajar yang sudah tumbuh sejak ia masih bayi.
Kelangsungan
dan keberhasilan dalam proses belajar mengajar bukan hanya didapatkan
dari faktor intelektual saja, melainkan juga faktor-faktor
nonintelektual lain yang tidak kalah penting dalam menentukan hasil
belajar seseorang salah satunya adalah kemampuan seseorang untuk
memotivasi dirinya.
Berikut ini merupakan sumber-sumber yang didapatkan oleh seseorang dalam pengembangan semangat belajar :
Dimulai dari orang tua
Tidak dipungkiri bahwa waktu seorang anak banyak
dihabiskan dengan orang tuanya terutama sang ibu. Jadi Anda sebagai
orang tua harus memulai mengubah hal-hal buruk yang mungkin bisa menjadi
contoh yang kurang baik untuk anak. Contohnya, Anda meminta mereka
untuk belajar tapi Anda malah asyik melihat sinetron. Tidak mungkin anak
akan memiliki semangat belajar karena Anda sudah memberi contoh yang
kurang baik. Hindari juga memerintah dengan kata yang kasar atau
kekerasan fisik seperti mencubit. Hal itu bukan memberikan efek baik
tapi anak malah trauma dan membuatnya menjadi pribadi yang pendiam dan
tidak percaya diri.
Ajaklah anak untuk belajar dengan cara yang baik. Lebih baik lagi jika Anda mendampinginya dan mengajarkan dengan cara yang menyenangkan. Di usia ini, anak masih dengan dunia permainan. Cobalah untuk mengajak mereka belajar tapi dibalut dengan permainan. Sehingga mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang belajar melainkan sedang bermain.
Ajaklah anak untuk belajar dengan cara yang baik. Lebih baik lagi jika Anda mendampinginya dan mengajarkan dengan cara yang menyenangkan. Di usia ini, anak masih dengan dunia permainan. Cobalah untuk mengajak mereka belajar tapi dibalut dengan permainan. Sehingga mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang belajar melainkan sedang bermain.
Aktifitas di Sekolah
Ketika anak pulang dari sekolah, cobalah tanyakan
apa aktivitas yang membuat dia senang ketika di sekolah. Otomatis anak
akan bercerita mengenai kegiatan apa saja yang membuatnya senang hari
itu. Dengan mengajak anak bercerita hal-hal positif ini, akan menanamkan
ke jiwa anak bahwa sekolah merupakan tempat yang menyenangkan.
Selain itu, mengajak mereka bercerita juga membuat daya ingat mereka cukup bagus. Bisa jadi dengan aktivitas bertanya yang cukup simpel ini, membuat anak memiliki hobi bercerita. Tidak hanya bercerita kepada Anda dan keluarga, mereka bisa bercerita di hadapan banyak orang. Hal ini bisa menumbuhkan bakat anak yang dapat membuat mereka menjadi anak yang percaya diri dan tidak minder.
Selain itu, mengajak mereka bercerita juga membuat daya ingat mereka cukup bagus. Bisa jadi dengan aktivitas bertanya yang cukup simpel ini, membuat anak memiliki hobi bercerita. Tidak hanya bercerita kepada Anda dan keluarga, mereka bisa bercerita di hadapan banyak orang. Hal ini bisa menumbuhkan bakat anak yang dapat membuat mereka menjadi anak yang percaya diri dan tidak minder.
Sugesti Positif
Sugesti positif yang diberikan kepada anak, saat
mereka tidur adalah waktu yang tepat. Ketika anak akan tidur, biasanya
ibu akan membacakan cerita terlebih dahulu. Ketika anak sudah terlelap
di alam mimpi, bisikkan di telinga mereka bahwa belajar merupakan
kegiatan yang menyenangkan, tidak kalah menyenangkan dengan aktivitas
bermain. Sugesti ini memang diberikan kepada anak dalam posisi tidur.
Tapi kata-kata yang dibisikkan ini dapat direkam oleh otak dan masuk ke
dalam lubuk hati yang paling dalam. Apalagi mengucapkannya dengan penuh
kasih sayang, maka tanpa mereka sadari sugesti itu masuk ke dalam alam
bawah sadarnya.
Pemberian Penghargaan
Poin ini hampir sama dengan pemberian sugesti ketika
anak dalam kondisi sadar. Ketika anak melakukan apapun, berikanlah
penghargaan. Misalnya kalimat “kamu hebat” dengan nada bangga. Jika
mereka melakukan kesalahan seperti nilai yang buruk, hindari untuk
langsung memarahinya. Berikan pengertian bagaimana kalau nilai mereka
terus buruk. Pembicaraan dari hati ke hati, akan membuat anak merasa
dihargai dan merasa nyaman untuk berbicara kepada orang tua. Karena
banyak anak yang tidak mau bercerita kepada orang tuanya disebabkan oleh
orang tua tidak memberikan rasa nyaman untuk mereka.

0 comments:
Post a Comment